Love Rules
“Jangan
pernah kamu bermain cinta, jangan pernah kamu mengolok-olok cinta, jangan
pernah kamu meremehkan cinta, karena KARMA itu pasti ada”. Itulah kalimat-kalimat
yang hingga kini bersemayam dikepalaku. Dulu ibuku selalu menasehatiku
bagaimana cara memperlakukan “cinta”.
Minggu
siang.
Panasnya
udara saat itu, rasanya telah melumatku, aku memutuskan untuk segera beranjak
dari kamarku. Dengan tergontai-gontai aku keluar dengan masih mengenakan piyama
merah jambu dari kamarku menuju teras depan rumahku.
Ketika
aku baru saja merebahkan tubuhku dikursi panjang favoritku . .
Di
persimpangan jalan, tepatnya diseberang depan rumahku , terlihat sepasang muda
mudi yang sedang bercengkerama. Awalnya demikian pikirku, namun setelah aku
memasang mata dan telingaku tajam-tajam, “Kita putus!!!!”,terdengar suara si pria dengan nada tinggi. Sebuah pertengkaran, tangkapku. “Kamu tega ya
putusin aku kayak gini aja”, tutur si gadis sambil menangis, si gadis itu menarik
kaos si pria yang hendak beranjak pergi dengan motornya. Tak begitu jelas aku
mendengar percakapan mereka karena
mereka yang agak sedikit menjauh, namun tiba-tiba si pria pun melayangkan
tamparannya di wajah gadis mungil itu. Aku terperanjat melihat kejadian itu,
dan si pria bergegas meninggalkan gadis itu. gadis itu pun berteriak sambil
berusaha mengejar si pria. Persis seperti serial drama di tv , pikirku. Aku
langsung menghujat apa yang aku lihat itu.
“Cinta
kok ribet amat, baru pacaran aja udah lebay banget , kayak gak ada cowok lain
aja”, gumamku.
Malam
hari saat aku sedang bersantai dengan ibuku , aku pun menceritakan kejadian
yang aku lihat siang tadi. “gak habis pikir, kok bisa sampe nangis-nangis gitu
ngejerin cowok, kalau aku mah ogah banget deh”,ejek ku.
“Jangan
mengejek, nanti kamu bisa mengalaminya juga”.tutur ibuku tegas
Aku
langsung menyangkal, “Huh gak akan, kayak gak ada cowok lain aja”,ucapku.
Ibuku
hanya tersenyum kecil seakan ingin berkata “nanti kamu rasakan kalau sudah
mengalaminya”.
‘hemm
liat aja nanti, aku gak mungkin ngalamin yang kayak gitu’.tuturku lagi
Baru
enam bulan aku menjalani masa-masa SMA ku , dan aku masih menyandang status
jomblo. Yah , masa SMA masa pencarian cinta , itu kata teman-temanku. Namun
tidak untukku, aku masih merasa nyaman dengan status jomblo ku, “no Man, no Love,
Just Study Hard ” slogan ku. Dengan mantap aku berbicara pada diri sendiri
“Ya
aku Kirana Ayu Ningsih, Siswi SMA yang
Gak bakalan terjebak cinta titik,” ucapku.
Hari-hari
yang akan selalu dipenuhi dengan belajar, tak tepikir sedikitpun tentang cinta
ataupun pria, tadinya seperti itu.
Tapi
tidak untuk beberapa minggu kemudian. Saat aku bertemu dia, seseorang yang
tiba-tiba telah membuat mataku tak dapat berpaling darinya, seseorang yang mampu membuat jantungku berdebar, entah
rasa apa itu, aku pun belum begitu mengerti, namun setiap kali melihatnya aku
yakin ada rasa yang berbeda.
Hendri
, dialah pria yang mampu menggetarkan hatiku. Dia kakak tingkatku, satu tingkat
diatasku. Sejak pertama kali aku melihatnya diupacara 17 agustus disekolahku
saat itu, dia yang menjadi Pemimpin upacara saat itu ,aku begitu terpesona
melihatnya dengan balutan seragam putih-putih.Seketika itu pun setiap kali aku
bertemu dengannya aku tak bisa memalingkan pandanganku darinya. Namun aku hanya
berani memandangnya dengan sembunyi-sembunyi, alias curi-curi pandang. Seperti
dugaanku, dia popular diantara banyak cewek disekolahku.
“Ahh,
sudahlah aku tidak menyukainya sedikitpun , aku hanya mengaguminya”.Pikirku
Namun
ternyata berbanding terbalik dengan sikapku.
Sepulang
sekolah, aku mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, aku mengikuti
kegiatan Paskibraka, kenapa aku memilih kegiatan itu?. Sekali dayung dua tiga
pulau terlampaui, that’s right, alasan utama memang aku meminati kegiatan itu,
alasan utama yang kedua, karena ada dia. Siapa lagi kalau bukan Hendri. Sungguh
pucuk dicinta ulam pun tiba , dia menjadi kakak asuhku selama latihan Paskibraka,
kakak asuh adalah istilah untuk pembimbing selama latihan di Paskibra. Tapi
tentu saja bukan hanya aku seorang yang menjadi adik asuhnya, ada yang lain
yang membuatku sulit untukku mendekatinya, karena mereka lebih transparan dan
selalu berkeliling disekitarnya. Sedangkan aku tetep deh jaim, yah karena gak
mau ketahuan kalau aku juga tertarik dengannya, terpakasa aku pura-pura tidak
peduli padanya saat yang lain berkerumun mendekatinya.
“Huh,
nyebelin banget sih ”gumamku ,melihat pemandangan yang biasa terjadi saat usai
latihan. Pemandangan dia yang selalu dikerumuni gadis-gadis tengil ,
panggilanku untuk mereka.
Dan
aku lebih memilih duduk di bawah sebuah pohon yang cukup rindang di pinggir
lapangan, untuk mendapatkan kesejukan dari teriknya matahari disiang itu. Aku
membuka tasku untuk mecari sebuah botol air minum yang biasa aku bawa saat
latihan.Tapi …
”Ohh
tidak, aku lupa memasukannya”,ucapku saat tak mendapati botol air minumku.
“ceroboh
banget sih aku”keluhku, sambil menyandarkan tubuhku pada batang pohon tempatku
berteduh. Aku pun memejamkan mataku, menahan hausku.
“Nih”,
Terdengar
lirih suara lembut namun tegas, aku kenal suara itu, ah tapi tidak mungkin ,
mana mungkin dia, mungkin aku hanya bermimpi, mataku masih terpejam. Namun, aku
merasakan dingin dipipiku, aku pun membuka mataku perlahan, seketika itu pun
aku terperanjat melihat sosok Hendri yang berada tepat didepanku sambil
menempelkan botol air minum dingin dipipiku.
“Kak…kak..
Hendri, kok… disini?”,ucapku terbata-bata.
“Loh
kenapa?, kakak gak boleh disini? Kakak ganggu kamu tidur yah? ”. tuturnya
sambil tersenyum simpul.
“eh
, bukan gitu kok kak , emhh?”.tuturku
aku
salah tingkah,aku langsung mengambil air minum ditangannya, dan langsung meminumnya.
“Huaaahh leganyaaaaa, aku selamat”ucapku, setelah menghabiskan sebotol air
minum dingin dengan sekali teguk.
“Ahahaahahah”
kak Hendri tertawa terbahak. “Kamu kayak orang yang sedang berada digurun
pasir, dan gak dapet minum berhari-hari saja,hahahahha”.tutur Hendri
Aku
hanya bisa tersipu malu mendengarnya berkata seperti itu, kesan pertamaku sudah
gagal , pikirku. Aku tak tahu lagi harus berkata apa.
Aku
pun semakin gugup. Tiba-tiba kak Hendri menepuk bahuku dan berkata “Kamu ini
ternyata lucu yah,”sambil tersenyum manis, senyuman yang baru pertama kali
kulihat sangat menawan dan membuat jantung ku berdegup sangat kencang.
Kak
Hendri pun mengajak aku kembali ke lapangan untuk apel pulang. Hari ini
benar-benar tak terduga,Aku benar-benar merasa dapat durian runtuh deh, merasa
jadi cewek paling beruntung saat itu.
Selang
beberapa hari kemudian, aku mulai sering berbicara dengan kak Hendri, sikap kak
Hendri yang begitu ramah membuatku sedikit berharap lebih padanya. Dan tanpa
kusadari kedekatanku dengannya membuat setiap cewek yang juga mendekatinya merasa iri denganku , baik teman sekelasku
maupun dari kelas lain. Terutama salah
seorang teman sekelasku yang bernama Sri, dia sampai-sampai memusuhiku karena
melihat kedekatanku dengan kak Hendri. Sampai-sampai saat diskusi pelajaran aku
pernah bertengkar dengannya.
Sepulang
sekolah, seperti biasa para siswa siswi berbondong-bondong keluar dari gerbang
sekolah, ada yang dijemput keluarganya, ada juga yang beramai-ramai berjalan
kaki bersama teman-temannya, termasuk aku. Aku berjalan kaki pulang kerumah,
karena jarak rumahku dan sekolahku tidak terlalu jauh. Aku pulang bersama
temanku yang rumahnya juga tidak jauh dari rumahku, seperti biasa kami selalu
bercanda ria sepanjang perjalanan pulang. Saat kami sedang asik bercerita,
tiba-tiba aku melihat sosok kak Hendri bersama Kak Rama teman akrabnya dengan
motor bebek berwarna biru, tiba-tiba berhenti agak jauh didepanku, terlihat Kak
Rama turun dari motor, dan juga Kak Rama melihat kearahku, setelah itu kak Rama
menepuk pundak kak Hendri. Sekitar satu meter aku hampir melewati kak Hendri,
tiba-tiba saja kak Hendri turun dari motornya dan memanggil ku.
“Kiran”.kak
Hendri memanggil namaku.
Aku
pun benar-benar terkejut, aku tidak menyangka Kak Hendri memanggil namaku, tapi
aku tetap menanggapi biasa saja, mungkin hanya ingin menyapa pikirku. Aku
membalasnya dengan anggukan kepala. Kak Hendri pun mendekat ke arah ku. Detak
jantungku semakin tak beraturan, aku semakin salah tingkah.
“Kakak
boleh bicara dengan Kiran sebentar?”. Ucap kak Hendri
Suara
hatiku : Hah???, What???, Ini benerean, Ngomongin apa nih??, Apa
jangan-jangan……
Hatiku
benar-benar dihujani pertanyaan yang bertubi-tubi, namun aku tetap berusaha
tenang.
“emh,
mau ngomong apa ya kak?”tanyaku.
“jangan
disini kita bicaranya, Kiran bisa pulang bareng kakak?”tutur Hendri
Suara
hatiku lagi:
OH
MY GOD, ini apa lagi nih?? Ngajak pulang bareng
maksudnya?? Masa sih?? Kembali hatiku bertanya-tanya kegirangan. Aku pun
bingung mau menjawab apa lagi, aku baru pertama kali diajak pulang bareng
dengan cowok, apalagi cowok ini adalah cowok yang aku kagumi. Aku bingung ingin
menjawab mau atau tidak.
“Mau”.
Arum yang tiba-tiba saja mengejutkanku. Aku pun hanya tertunduk, aku merasa
gugup sekali.
“Kiran pasti mau kak”ucap Arum . Arum adalah
teman dekatku.Arum pun mendorong-dorong tubuhku.
“kalau
begitu , kita berangkat sekarang?”ajak kak Hendri
“Oh
iya sebelum pulang gimana kalo kita makan siang dulu ”,ajak kak Hendri lagi.
Suara
hatiku lagi dan lagi:
Demi
apa nih?? Aku pulang bareng kak Hendri?? Makan bareng kakHendri??Demi Tuhan kah
seperti kata si musuhnya Eyang Kakung,ehh Eyang Subur maksudnya. Pokoknya
bener-bener deh. Kiran .. kiran kamu bener-bener beruntung banget deh ,suara
hatiku.
“emh,
boleh”,jawabku .
Hari
itu adalah sejarah baru terjadi, sejarah yang menghapuskan suatu slogan yang
dibuat oleh seorang siswi SMA bernama Kiran yaitu “no Man, no Love, just Study
Hard”. Yup , aku jadian dengan kak Hendri dihari itu. Hari-hari bahagia
menantiku, pikirku.
Hari-hari
pun aku lewati seperti biasa, hanya saja yang berbeda kali ini adalah status
jombloku kini sudah berubah menjadi pacaran. Di sekoah pun kami menjadi
trending topic, ada yang mendukungku dan memberi selamat , tapi tak sedikit
pula yang mencibirku dan mengharapkan aku putus saat itu juga.
Minggu
– minggu penuh kebersamaan dengan kak Hendri, hari – hari bahagia bersamanya
selamanya.
Namun
pada kenyataannya semua tidak seperti yang diharapkan. Hubungan kami mulai tak
berjalan baik saat menginjak bulan pertama kami jadian. Sifat tak terduga dari
kak Hendri seringkali membuatku gerah,contonya saja saat istirahat, aku
dilarang makan siang bareng teman-temanku bahkan dia sampai menarikku pergi
waktu aku makan siang bareng temanku, dan setiap aku mau pergi kemana-mana aku
selalu dicurigain. Aku menjadi seperti bukan aku, aku merasa dikekang olehnya.
Akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengannya,masih pacaran aja
udah ngatur- ngatur aku, pikirku saat itu.
Awalnya
kak Hendri tidak menerima keputsanku, dia tetap meminta maaf dan berjanji tdak
akan mengulangi kesalahannya lagi. Namun aku tetap bersikeras , sekali putus
tetap putus, aku tidak peduli lagi. Sampai akhirnya kak Hendri pun datang ke
rumah demi minta maaf dengan ku,namun aku tetap mengacuhkannya. Aku tidak mau
menemuinya, melainkan ibuku yang menemuinya.
Akhirnya
Kak Hendri pun menyerah, mungkin itulah batas dia berusaha padaku. Bagus deh
kalau begitu, pikirku tenang. Namun disaat itu ibuku marah kepadaku ,
“kamu tidak boleh mengacuhkan perasaan orang
lain, nanti kamu bisa kena karmanya diacuhkan juga sama orang lain”.tutur ibuku
“ya udah,kalau dia
ngacuhin kita, kita acuhin juga lah, susah amat”.jawabku enteng
“Kamu gak boleh bilang
gitu, jangan meremehkan perasaan orang lain, jangan meremehkan cinta orang
lain”. Tegas ibuku.
Semenjak
berakhirnya hubunganku dengan kak Hendri, aku pun mulai dekat dengan beberapa
teman pria, baik yang hanya temenan biasa, TTM (Teman Tapi Mesra), dan beberapa
kali berganti pasangan. Aku pun mulai bermain-main dengan cinta, semakin sering
memberi harapan-harapan palsu pada pria-pria yang mendekatiku. Aku benar-benar tidak
pernah merasa mencintai seseorang dengan sungguh-sungguh. dan yang paling parah
aku pernah ketahuan selingkuh, sampai-sampai aku di cap sebagai playgirl , tapi
aku nyaman saat itu ,aku merasa bangga dengan gelarku sebagai seorang playgirl.
Aku
sungguh ingin membuktikan pada ibuku, kalau aku tidak akan pernah mengalami seperti
yang dia katakan. Namun lagi-lagi ibuku selalu berkata, kalau aku belum ketemu
dengan seseorang yang bisa bikin aku mencintai dengan tulus, ibuku selalu
bilang “Karma itu pasti berlaku nak, jangan bermain-main dengan cinta”. Lagi-lagi
ngomongin karma, bosan dengernya. Dan aku pun masih gak habis pikir kenapa
Ibuku selalu berkata demikian, dan juga kenapa ada orang yang mau sengsara
karena cinta, capek deh. Toh nyatanya sampai sekarang aku tidak pernah
mengalami namanya kecewa dalam cinta, atau bertengkar seperti pasangan kekasih
yang aku lihat dulu.
***
Sudah
dua tahun aku menjalani masa SMA ku , dan kini saatnya aku menduduki kelas 3
SMA. Masa-masa bergelut dengan yang namanya Les bimbel, pelajaran tambahan,
baik disekolah maupun diluar sekolah. Ya karena sebentar lagi Ujian Akhir
Sekolah akan segera tiba. Hari-hariku benar-benar penuh dengan belajar. Setelah
UAS pun akan diikuti dengan tes perguruan tinggi. Saat ini aku sedang menjalin
hubungan dengan Vino, dia seumur dengan ku hanya saja berbeda kelas. Aku tidak
terlalu sering bertemu dengannya walaupun kami menjalin hubungan.
Hari
ini hari terakhir pelaksanaan UAS, sekaligus hari pengisian formulir perguruan
tinggi yang akan dituju, namun aku belum memiliki bayangan sama sekali tentang perguruan tinggi mana yang akan aku
tuju, dan jurusan apa yang akan aku ambil. Saat yang lain telah mantap memilih
perguruan tinggi serta jurusan yang mereka minati dan telah selesai mengisi
formulirnya, aku masih bergelut dengan formulirku yang masih kosong, aku merasa
seperti sedang mengerjakan soal UAS matematika yang sangat sulit, yang rumusnya
ribet bukan main, akhirnya saat detik-detik terakhir pengumpulan formulir,
mataku terfokus pada perguruan tinggi Universitas Sriwijaya Palembang, dan
jurusan Kedokteran Gigi. Dengan segera aku pun menuliskannya ke dalam formulir
, dan mengumpulkannya.
Hari
kelulusan pun tiba, kami berkumpul dilapangan untuk mendengarkan pengumuman
yang akan disampaikan. Berbagai ekspresi menghiasi lapangan saat itu, ada yang
beraut cemas sambil mulutnya terus berkomat-kamit, entah mantra atau do’a yang
dilantunkannya. Dan ada yang tetap santai dan tenang menanti pengumuman ,
biasanya yang tenang itu dia siswa berprestasi di akademik , kalau enggak siswa
yang berprestasi dihukum guru,bisa jadi.
Akhirnya
kepala sekolah kami membacakan pengumumannya, yang pasti dapat intinya
“Seluruh Siswa Siswi SMA Tunas Bangsa Palembang dinyatakan lulus seratus persen tanpa terkecuali”.
“Seluruh Siswa Siswi SMA Tunas Bangsa Palembang dinyatakan lulus seratus persen tanpa terkecuali”.
Dan
seketika, tangis, dan tawa , bahagia pun memenuhi lapangan .
Dan
saat kelulusan pun aku memutuskan hubungan dengan Vino, dengan tanpa alasan
yang jelas.
Dan
entah keberuntungan yang bertubi atau memang sudah kehendak yang diatas, aku
pun lulus di perguruan tinggi yang aku pilih. Selamat tinggal masa-masa SMA ku
, dan selamat datang masa-masa Kuliahku , masa-masa menjadi anak kampus bukan
anak sekolahan lagi.
Akhirnya
hari pertama masuk kuliah, hari pertama menjadi MABA (Mahasiswa Baru) pun datang,
dengan status ku yang kembali jomblo semenjak putus dengan Vino. belum terpikir
olehku untuk menjalin hubungan lagi dengan seorang pria. Karena aku masih
menikmati masa jomblo ku dengan banyak TTM pria, menurutku itu membuatku bebas
untuk dekat dengan siapa saja, tanpa ada halangan pacar atau apalah.
Kampusku
berjarak sangat jauh, untuk menuju kesana membutuhkan waktu sekitar satu
setengah jam, itu kalau perjalanan tidak macet, tapi kalau macet bisa sampai 3
jam dengan menggunakan bus khusus mahasiswa
dan bus khusus itu hanya ada di terminal yang jaraknya juga cukup jauh dari
rumahku , oleh karena itu aku pergi dari rumah pagi – pagi sekali, karena kalau
tidak, bisa kehabisan bus .
Ketika
itu aku sedang menunggu bus menuju terminal, namun dari kejauhan aku seperti
melihat bus khusus mahasiswa. Wah mungkin keberuntunganku bisa naek bus arah Kampusku
langsung tanpa harus ke terminal terlebih dahulu ,pikirku. Aku langsung naik,
dan ketika aku lihat ternyata tidak ada kusi kosong lagi, aku naik dari pintu
belakang sekali dan disana yang duduk kebanyakan cowok. Mungkin sebaiknya aku
turun saja. Tapi tiba-tiba ada seorang cowok berambut gondrong, penampilannya
sedikit berantakan yang menyuruhku duduk ditempatnya, dia langsung berdiri dan
memberikan tempat duduknya kepadaku.
“Ah,
syukurlah” ucapku. akhirnya aku bisa duduk juga tanpa harus menunggu bus lagi.
Selama
perjalanan, telingaku bising karena orang-orang yang duduk disampingku berisik
sekali, ngobrol dengan suara yang ibarat radio volumenya udah rusak, ketawa –
ketawa seenaknya, terlebih lagi cowok yang tadi memberiku tempat duduk itu
merokok, huh kesalnya bukan main, aku paling benci sama cowok perokok.
“Ah
sial”gumamku, sambil mengibas-ngibaskan tanganku keasap rokok yang berterbangan
dimana-mana. Seketika dia mematikan rokoknya dan membuangnya. Ah mungkin dia
mendengarnya, tapi bodo amat deh aku gak peduli, habisnya asapnya kan bikin aku
gak bisa nafas.
Sesampainya
digedung jurusan Kedokteran Gigi, yaitu jurusan yang aku ambil, aku pun turun.
“Huah,
Akhirnyaa turun juga”ucapku sambil meregangkan tubuhku.
Dan
ternyata cowok perokok tadi juga turun dijurusan yang sama denganku,dia itu
ternyata kakak tingkatku, dan yang lebih mengagetkannya lagi ternyata cowok
tadi adalah temannya Vino mantan ku di SMA dulu, ternyata dia kenal dengan aku
pantas saja dia memberiku tempat duduk.
Saat
itu aku sedang panik mencari tempat fotocopy, karena aku anak baru alias maba
alias mahasiswa baru, sehingga aku tidak tahu dimana tempat fotocopynya. Ketika
aku sedang kebingungan mondar mandir kesana
kemari, aku bertemu dengan cowok perokok yang waktu di bus itu, dia pun
melihat kearah ku, dia menghampiriku.
“Lagi
nyari apa dek?,”tanyanya.
“Nyari
tempat fotocopy nih, tadi udah ke ekonomi sih, tapi masih tutup,kira-kira
dimana lagi ya kak tempat fotocopyan?”tanyaku.
“Oh,
ada sih di fakultas teknik”.jawab kak Obbi
“fakultas
teknik itu dimana ya kak?”tanyaku lagi, maklum maba banyak tanya.
“hem,
mau kakak kantar kesana?”dia pun langsung menawarkan diri untuk mengantarku
ketempat fotocopy
Karena
aku sedang terburu-buru,aku langsung terima saja tawarannya. Baik juga ni
cowok, pikirku. Kami pun berjalan berdua menuju fakultas teknik yang lumayan
jauh dari fakultasku. Sepanjang jalan kami pun mengobrol.
“Kakak
ini siapa namanya?”tanyaku
“Robbi,
panggil aja obbi”.jawab Obbi
“Ooh,
oke deh ”.jawabku
Tak
lama kemudian kami sampai ditempat fotocopy, karena banyak yang memfotocopy,
aku pun harus bersabar mengantri. Selama mengantri aku berbincang-bincang
dengan kak Obbi tentang kuliah dan mata pelajaran, lalu tiba – tiba dia meminta
nomor handphone ku. yah karena aku gak enak dia udah nganterin ketempat
fotocopy, terpaksa deh aku kasih. Semenjak hari
itu kami lama tidak berkomunikasi lagi. Walaupun bertemu kami juga
jarang bertegur sapa.
Semester
tiga, aku mengulang satu mata kuliah, karena di semester awal aku tidak lulus
mata kuliah itu, menyebalkan sekali harus mengulang mata kuliah yang
benar-benar tidak aku pahami. Dan tak disangka ternyata kak Obbi pun mengulang
mata kuliah itu, dan kami sekelas. Saat itulah kami mulai berkomunikasi lagi. Malah
semakin sering kami berkomunikasi, dia juga sering SMS aku, walaupun kadang SMS
nya suka gak penting, suka gombal juga. Hingga akhirnya aku iseng mencari tahu
tentang dia, dan aku sedikit terkejut karena ternyata dia sudah memiliki pacar.
Disaat itu juga aku ilfeel banget sama tu cowok. Udah punya pacar , tapi masih
suka ngegombalin cewek lain, SMS cewek lain, mana merokok lagi, pokoknya ilfeel
pake banget, jangan sampe deh aku punya PACAR yang kayak gitu, ucapku dalam
hati. Aku pun berhenti berhubungan lagi dengan kak Obbi.
Hari-hari
melelahkan datang terus-menerus di semester empat ini, hari yang penuh dengan
tugas -tugas yang sulit aku mengerti untuk membuatnya, aku frustasi rasanya
menghadapi tugas-tugas ini. Aku pun bersantai sejenak , tiba-tiba Handphoneku
berbunyi tanda ada SMS masuk.
Yang
isinya :
“Assalammualaikum,
teman-teman ini nomor aku yang baru, aku sekarang lagi Kerja Praktek di
Bandung, jadi ganti nomor sementara soalnya nomor yang lama sinyalnya gak bagus
ttd Obbi”
ttd Obbi”
“Hah?
Kak Obbi?? Emangnya siapa yang minta
nomornya?”ucapku geli.
Tapi
karena aku sedang bersantai, aku pun membalas SMSnya, lumayan buat temen
ngobrol, pikirku dalam hati. Dan mulai hari itu kami pun mulai berhubungan
lagi, dan setelah aku cari tahu lagi ternyata dia baru putus dengan pacarnya.
Tiga
bulan berlalu, kak Obbi pun selesai dengan Kerja Prakteknya dan kembali ke
Palembang. Dan kak Obbi pun mengungkapkan perasaannya padaku. Aku sedikit
terkejut sih ketika dia mengungkapkan perasaannya.Karena aku tau dia baru saja putus
dengan pacarnya, jangan-jangan nanti aku hanya dijadiin pelarian doang. Apalagi
aku tahu kalau dia itu playboy, suka main-main dengan cewek. Sebelum aku
menerimanya, aku main-mainin dia dulu, aku kasih dia banyak persyaratan ini itu
ke dia . Aku suruh dia cium sepatuku saat dikampus, aku suruh dia nungguin aku
di halte bus pagi-pagi, padahal aku kuliah siang. Tapi dia tetap berusaha, dia
tidak mundur sedikitpun.
Kencan
pertama kami,kami nonton bioskop di Palembang Indah Mall (PIM),saat kami pulang
ternyata hujan deras,dan dia hanya membawa satu baju jas hujan, sedangkan hari
sudah mulai larut. Akhirnya dia menyuruhku untuk mengenakan jas hujan tersebut,
sedangkan dia tidak memaki jas hujan. Ditengah hujan deras, aku yang
terlindungi dari basahnya hujan, dia masih tetap bertanya “adek gak kebasahan kan, aman kan ?”ujarnya.
Disaat
itulah aku sadar kalau dia sungguh-sungguh mencintaiku, dia mementingkan aku
dan tetap memperhatikanku disaat dirinya terguyur hujan yang deras, dia tidak
memperdulikan dirinya sendiri, dia hanya memperdulikan aku.
Saat
sesampainya dirumah, dia menahan lenganku, aku merasa gugup karena kalau dalam
drama korea, momen seperti ini adalah momen ….
Huaa
aku tak sanggup membayangkannya, aku pun menjadi salah tingkah, namun kak Obbi malah
tertawa melihat tingkahku ,dan berkata “Kencan selanjutnya, kita nonton kembang
api bareng yah saat malam tahun baru nanti, di BKB”.
Aku
tak sanggup menahan malu ku, aku pun langsung melepaskan lenganku dan berlari
kedalam rumah tanpa berkata apapun. Sejak saat itu aku mulai menyukainya.
Dan
saat aku masuk kerumah, ternyata ada seseorang yang sedang menungguku, dia
adalah Vino. Vino mantanku saat di SMA, dia terlihat berbeda sekali,
sampai-sampai aku tidak mengenalinya, dia terlihat lebih dewasa dan tampan. Dia
datang untuk memintaku kembali, entah sihir apa yang dia berikan sehingga aku
pun hanya mengiyakannya. Aku menerima Vino kembali tanpa sepengetahuan kak
Obbi. Aku mulai sering mengacuhkan kak Obbi, karena aku sedang terbuai akan
manisnya cinta dari seorang Vino.
Namun
semua tidak berjalan lama, sampai pada akhirnya kak Obbi menangkap basah aku
sedang berkencan dengan Vino.Kak Obbi sangat tersakiti dengan hal itu, dia
merasa aku hanya memberinya harapan kosong. Dia begitu marah kepadaku,
kata-kata terakhir yang aku ingat darinya saat itu adalah
“aku
benar-benar serius menyukaimu Kiran,aku sungguh-sungguh mencintaimu”.tutur Obbi
“tapi
kenapa disaat aku benar-benar mencintai seseorang, tetapi seseorang itu malah
hanya bermain-main dengan cinta yang telah aku perjuangkan”tuturnya lirih
Tetapi yang juga
terbawa emosi mendengar ucapannya dengan egois aku berkata
“Suruh siapa kamu suka
aku, kan gak ada yang maksa kamu buat cinta sama aku?”ucapku ketus
Aku
melihat raut kekecewaan diwajah kak Obbi, dia tertunduk lesu mendengar ucapanku
tadi. Tapi aku tetap mempertahankan keegoisanku.
“Oke
,jika pilihanmu adalah yang terbaik untukmu, aku akan mundur, mulai sekarang
aku tidak akan muncul lagi dihadapanmu”. Ucapnya lirih , seraya beranjak pergi
dari hadapanku.
Disaat
itu juga hubunganku dengan Obbi berakhir,begitu juga hubungan ku dengan Vino. Tapi
yang sangat kusesali adalah telah mengecewakan kak Obbi yang selama ini telah
tulus mencintaiku dan malah berselingkuh dengan Vino. Setiap hari aku
memikirkan kejadian itu, aku selalu terbayang-bayang wajah sedih kak Obbi saat
itu, seandainya waktu bisa ku ulang kembali, aku pasti akan langsung memelukmu
kak Obbi, aku akan meminta maaf padamu karena telah mengecewakanmu. Tapi
sungguh terlambat penyesalan ini datang.
Malam
tahun baru, ya malam ini adalah malam menjelang pergantian tahun . Aku pergi ke
Benteng Kuto Besak bersama teman-temanku untuk melihat pertunjukkan kembang api.Saat
disana aku malah selalu teringat dengan kak Obbi, saat pacaran dulu , kami
pernah berjanji untuk melihat kembang api bersama, dan menghabiskan malam tahun
baru bersama, Tuhan apakah salah jika aku berharap kak Obbi kembali padaku, aku
tahu ini sulit terjadi, tapi seandainya saja Engkau memberiku waktu 5 menit
saja untuk bertemu dengannya, aku hanya ingin meminta maaf padanya , dan
izinkan aku untuk memeluknya sekali ini saja. Detik –detik menghitung mundur
malam pergantian tahun
5
4 3 2 1 ….
Duarrr,
duarr .. suara letusan kembang api membelah cakrawala.
Tepat
disaat itu aku melihat kak Obbi dari kejauhan yang datang menghampiriku, dia
pun semakin mendekat, aku seolah tak percaya , kini orang yang kuharapkan
tiba-tiba berada didepanku. Dia langsung memelukku dengan erat, dan berkata
“Syukurlah, akhirnya ketemu juga,aku bertemu dengan teman-temanmu, dan dia
bilang kamu juga ikut kesini, untunglah aku bisa menemukanmu”. Ucapnya .
“Kiran
aku sangat mencintaimu , aku tak bisa lagi jauh darimu Kiran, maafkan aku yang
telah meninggalkanmu waktu itu.”ucapnya tegas.
Saat
tersadar kalau ini benar-benar kenyataan, aku pun langsung balik memeluk erat
tubuh kak Obbi, aku tak ingin melepaskannya lagi. Air mata pun mulai membasahi
pipiku, aku tak sanggup lagi menahan perasaan ini.
“Maafin
aku kak, aku yang salah, aku yang sudah dibutakan oleh keegoisanku, aku , aku
”. aku pun tak mampu untuk berkata- kata lagi, aku tak ingin melepaskan tubuh
ini lagi aku terus memeluk erak tubuh kak Obbi.
“aku
sadar sekarang, aku juga sangat mencintaimu kak, aku ingin kita memulainya dari
awal lagi , aku ingin bersamamu lagi kak”.tuturku tersedu-sedu
“iya”ucap
kak Obbi lirih.
Dibawah
hiasan kembang api yang mewarnai langit BKB malam itu,
“Happy
New Year Kiran”tutur Kak Obbi, dia pun mengecup bibirku dengan lembut. Kami pun
menghabiskan malam tahun baru bersama, penuh cinta dan kasih sayang di BKB.
Benteng
Kuto Besak,Yup, ditempat inilah aku menyadari makna cinta dan kehilangan. Aku sadar
mengapa seseorang akan rela berkorban demi cinta sejatinya, rela menangis, dan
sakit untuknya. Dan aku juga tersadar akan nasihat ibuku tentang KARMA , kini
aku tidak akan lagi menyia-nyiakan cintaku. Aku mencintaimu Obbi. Terimakasih Tuhan
, Engkau masih memberikan satu kesempatan lagi padaku, aku tidak akan
melepaskan cintaku akan aku genggam erat cintaku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar