Selasa, 31 Desember 2013

Love Rules


Love Rules







“Jangan pernah kamu bermain cinta, jangan pernah kamu mengolok-olok cinta, jangan pernah kamu meremehkan cinta, karena KARMA itu pasti ada”. Itulah kalimat-kalimat yang hingga kini bersemayam dikepalaku. Dulu ibuku selalu menasehatiku bagaimana cara memperlakukan “cinta”.
Minggu siang.

Panasnya udara saat itu, rasanya telah melumatku, aku memutuskan untuk segera beranjak dari kamarku. Dengan tergontai-gontai aku keluar dengan masih mengenakan piyama merah jambu dari kamarku menuju teras depan rumahku.

Ketika aku baru saja merebahkan tubuhku dikursi panjang favoritku . .

Di persimpangan jalan, tepatnya diseberang depan rumahku , terlihat sepasang muda mudi yang sedang bercengkerama. Awalnya demikian pikirku, namun setelah aku memasang mata dan telingaku tajam-tajam, “Kita putus!!!!”,terdengar  suara si pria dengan nada tinggi.  Sebuah pertengkaran, tangkapku. “Kamu tega ya putusin aku kayak gini aja”, tutur si gadis sambil menangis, si gadis itu menarik kaos si pria yang hendak beranjak pergi dengan motornya. Tak begitu jelas aku mendengar percakapan mereka  karena mereka yang agak sedikit menjauh, namun tiba-tiba si pria pun melayangkan tamparannya di wajah gadis mungil itu. Aku terperanjat melihat kejadian itu, dan si pria bergegas meninggalkan gadis itu. gadis itu pun berteriak sambil berusaha mengejar si pria. Persis seperti serial drama di tv , pikirku. Aku langsung menghujat apa yang aku lihat itu.

“Cinta kok ribet amat, baru pacaran aja udah lebay banget , kayak gak ada cowok lain aja”, gumamku.

Malam hari saat aku sedang bersantai dengan ibuku , aku pun menceritakan kejadian yang aku lihat siang tadi. “gak habis pikir, kok bisa sampe nangis-nangis gitu ngejerin cowok, kalau aku mah ogah banget deh”,ejek ku.

“Jangan mengejek, nanti kamu bisa mengalaminya juga”.tutur ibuku tegas

Aku langsung menyangkal, “Huh gak akan, kayak gak ada cowok lain aja”,ucapku.

Ibuku hanya tersenyum kecil seakan ingin berkata “nanti kamu rasakan kalau sudah mengalaminya”.

‘hemm liat aja nanti, aku gak mungkin ngalamin yang kayak gitu’.tuturku lagi

Baru enam bulan aku menjalani masa-masa SMA ku , dan aku masih menyandang status jomblo. Yah , masa SMA masa pencarian cinta , itu kata teman-temanku. Namun tidak untukku, aku masih merasa nyaman dengan status jomblo ku, “no Man, no Love, Just Study Hard ” slogan ku. Dengan mantap aku berbicara pada diri sendiri

“Ya aku Kirana Ayu Ningsih, Siswi SMA yang Gak bakalan terjebak cinta titik,” ucapku.

Hari-hari yang akan selalu dipenuhi dengan belajar, tak tepikir sedikitpun tentang cinta ataupun pria, tadinya seperti itu.

Tapi tidak untuk beberapa minggu kemudian. Saat aku bertemu dia, seseorang yang tiba-tiba telah membuat mataku tak dapat berpaling darinya, seseorang  yang mampu membuat jantungku berdebar, entah rasa apa itu, aku pun belum begitu mengerti, namun setiap kali melihatnya aku yakin ada rasa yang berbeda.

Hendri , dialah pria yang mampu menggetarkan hatiku. Dia kakak tingkatku, satu tingkat diatasku. Sejak pertama kali aku melihatnya diupacara 17 agustus disekolahku saat itu, dia yang menjadi Pemimpin upacara saat itu ,aku begitu terpesona melihatnya dengan balutan seragam putih-putih.Seketika itu pun setiap kali aku bertemu dengannya aku tak bisa memalingkan pandanganku darinya. Namun aku hanya berani memandangnya dengan sembunyi-sembunyi, alias curi-curi pandang. Seperti dugaanku, dia popular diantara banyak cewek disekolahku.

“Ahh, sudahlah aku tidak menyukainya sedikitpun , aku hanya mengaguminya”.Pikirku

Namun ternyata berbanding terbalik dengan sikapku.

Sepulang sekolah, aku mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, aku mengikuti kegiatan Paskibraka, kenapa aku memilih kegiatan itu?. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, that’s right, alasan utama memang aku meminati kegiatan itu, alasan utama yang kedua, karena ada dia. Siapa lagi kalau bukan Hendri. Sungguh pucuk dicinta ulam pun tiba , dia menjadi kakak asuhku selama latihan Paskibraka, kakak asuh adalah istilah untuk pembimbing selama latihan di Paskibra. Tapi tentu saja bukan hanya aku seorang yang menjadi adik asuhnya, ada yang lain yang membuatku sulit untukku mendekatinya, karena mereka lebih transparan dan selalu berkeliling disekitarnya. Sedangkan aku tetep deh jaim, yah karena gak mau ketahuan kalau aku juga tertarik dengannya, terpakasa aku pura-pura tidak peduli padanya saat yang lain berkerumun mendekatinya.

“Huh, nyebelin banget sih ”gumamku ,melihat pemandangan yang biasa terjadi saat usai latihan. Pemandangan dia yang selalu dikerumuni gadis-gadis tengil , panggilanku untuk mereka.

Dan aku lebih memilih duduk di bawah sebuah pohon yang cukup rindang di pinggir lapangan, untuk mendapatkan kesejukan dari teriknya matahari disiang itu. Aku membuka tasku untuk mecari sebuah botol air minum yang biasa aku bawa saat latihan.Tapi …

”Ohh tidak, aku lupa memasukannya”,ucapku saat tak mendapati botol air minumku.

“ceroboh banget sih aku”keluhku, sambil menyandarkan tubuhku pada batang pohon tempatku berteduh. Aku pun memejamkan mataku, menahan hausku.

 “Nih”,

Terdengar lirih suara lembut namun tegas, aku kenal suara itu, ah tapi tidak mungkin , mana mungkin dia, mungkin aku hanya bermimpi, mataku masih terpejam. Namun, aku merasakan dingin dipipiku, aku pun membuka mataku perlahan, seketika itu pun aku terperanjat melihat sosok Hendri yang berada tepat didepanku sambil menempelkan botol air minum dingin dipipiku.

“Kak…kak.. Hendri, kok… disini?”,ucapku terbata-bata.

“Loh kenapa?, kakak gak boleh disini? Kakak ganggu kamu tidur yah? ”. tuturnya sambil tersenyum simpul.

“eh , bukan gitu kok kak , emhh?”.tuturku

aku salah tingkah,aku langsung mengambil air minum ditangannya, dan langsung meminumnya. “Huaaahh leganyaaaaa, aku selamat”ucapku, setelah menghabiskan sebotol air minum dingin dengan sekali teguk.

“Ahahaahahah” kak Hendri tertawa terbahak. “Kamu kayak orang yang sedang berada digurun pasir, dan gak dapet minum berhari-hari saja,hahahahha”.tutur Hendri

Aku hanya bisa tersipu malu mendengarnya berkata seperti itu, kesan pertamaku sudah gagal , pikirku. Aku tak tahu lagi harus berkata apa.

Aku pun semakin gugup. Tiba-tiba kak Hendri menepuk bahuku dan berkata “Kamu ini ternyata lucu yah,”sambil tersenyum manis, senyuman yang baru pertama kali kulihat sangat menawan dan membuat jantung ku berdegup sangat kencang.

Kak Hendri pun mengajak aku kembali ke lapangan untuk apel pulang. Hari ini benar-benar tak terduga,Aku benar-benar merasa dapat durian runtuh deh, merasa jadi cewek paling beruntung saat itu.

Selang beberapa hari kemudian, aku mulai sering berbicara dengan kak Hendri, sikap kak Hendri yang begitu ramah membuatku sedikit berharap lebih padanya. Dan tanpa kusadari kedekatanku dengannya membuat setiap cewek yang juga mendekatinya  merasa iri denganku , baik teman sekelasku maupun dari kelas lain.  Terutama salah seorang teman sekelasku yang bernama Sri, dia sampai-sampai memusuhiku karena melihat kedekatanku dengan kak Hendri. Sampai-sampai saat diskusi pelajaran aku pernah bertengkar dengannya.

Sepulang sekolah, seperti biasa para siswa siswi berbondong-bondong keluar dari gerbang sekolah, ada yang dijemput keluarganya, ada juga yang beramai-ramai berjalan kaki bersama teman-temannya, termasuk aku. Aku berjalan kaki pulang kerumah, karena jarak rumahku dan sekolahku tidak terlalu jauh. Aku pulang bersama temanku yang rumahnya juga tidak jauh dari rumahku, seperti biasa kami selalu bercanda ria sepanjang perjalanan pulang. Saat kami sedang asik bercerita, tiba-tiba aku melihat sosok kak Hendri bersama Kak Rama teman akrabnya dengan motor bebek berwarna biru, tiba-tiba berhenti agak jauh didepanku, terlihat Kak Rama turun dari motor, dan juga Kak Rama melihat kearahku, setelah itu kak Rama menepuk pundak kak Hendri. Sekitar satu meter aku hampir melewati kak Hendri, tiba-tiba saja kak Hendri turun dari motornya dan memanggil ku.

“Kiran”.kak Hendri memanggil namaku. 

Aku pun benar-benar terkejut, aku tidak menyangka Kak Hendri memanggil namaku, tapi aku tetap menanggapi biasa saja, mungkin hanya ingin menyapa pikirku. Aku membalasnya dengan anggukan kepala. Kak Hendri pun mendekat ke arah ku. Detak jantungku semakin tak beraturan, aku semakin salah tingkah.

“Kakak boleh bicara dengan Kiran sebentar?”. Ucap kak Hendri

Suara hatiku : Hah???, What???, Ini benerean, Ngomongin apa nih??, Apa jangan-jangan……

Hatiku benar-benar dihujani pertanyaan yang bertubi-tubi, namun aku tetap berusaha tenang.

“emh, mau ngomong apa ya kak?”tanyaku.

“jangan disini kita bicaranya, Kiran bisa pulang bareng kakak?”tutur Hendri

Suara hatiku lagi:

OH MY GOD, ini apa lagi nih?? Ngajak pulang bareng  maksudnya?? Masa sih?? Kembali hatiku bertanya-tanya kegirangan. Aku pun bingung mau menjawab apa lagi, aku baru pertama kali diajak pulang bareng dengan cowok, apalagi cowok ini adalah cowok yang aku kagumi. Aku bingung ingin menjawab mau atau tidak.

“Mau”. Arum yang tiba-tiba saja mengejutkanku. Aku pun hanya tertunduk, aku merasa gugup sekali.

 “Kiran pasti mau kak”ucap Arum . Arum adalah teman dekatku.Arum pun mendorong-dorong tubuhku.

“kalau begitu , kita berangkat sekarang?”ajak kak Hendri

“Oh iya sebelum pulang gimana kalo kita makan siang dulu ”,ajak kak Hendri lagi.

Suara hatiku lagi dan lagi:

Demi apa nih?? Aku pulang bareng kak Hendri?? Makan bareng kakHendri??Demi Tuhan kah seperti kata si musuhnya Eyang Kakung,ehh Eyang Subur maksudnya. Pokoknya bener-bener deh. Kiran .. kiran kamu bener-bener beruntung banget deh ,suara hatiku.

“emh, boleh”,jawabku .

Hari itu adalah sejarah baru terjadi, sejarah yang menghapuskan suatu slogan yang dibuat oleh seorang siswi SMA bernama Kiran yaitu “no Man, no Love, just Study Hard”. Yup , aku jadian dengan kak Hendri dihari itu. Hari-hari bahagia menantiku, pikirku.

Hari-hari pun aku lewati seperti biasa, hanya saja yang berbeda kali ini adalah status jombloku kini sudah berubah menjadi pacaran. Di sekoah pun kami menjadi trending topic, ada yang mendukungku dan memberi selamat , tapi tak sedikit pula yang mencibirku dan mengharapkan aku putus saat itu juga.

Minggu – minggu penuh kebersamaan dengan kak Hendri, hari – hari bahagia bersamanya selamanya.

Namun pada kenyataannya semua tidak seperti yang diharapkan. Hubungan kami mulai tak berjalan baik saat menginjak bulan pertama kami jadian. Sifat tak terduga dari kak Hendri seringkali membuatku gerah,contonya saja saat istirahat, aku dilarang makan siang bareng teman-temanku bahkan dia sampai menarikku pergi waktu aku makan siang bareng temanku, dan setiap aku mau pergi kemana-mana aku selalu dicurigain. Aku menjadi seperti bukan aku, aku merasa dikekang olehnya. Akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengannya,masih pacaran aja udah ngatur- ngatur aku, pikirku saat itu.

Awalnya kak Hendri tidak menerima keputsanku, dia tetap meminta maaf dan berjanji tdak akan mengulangi kesalahannya lagi. Namun aku tetap bersikeras , sekali putus tetap putus, aku tidak peduli lagi. Sampai akhirnya kak Hendri pun datang ke rumah demi minta maaf dengan ku,namun aku tetap mengacuhkannya. Aku tidak mau menemuinya, melainkan ibuku yang menemuinya.

Akhirnya Kak Hendri pun menyerah, mungkin itulah batas dia berusaha padaku. Bagus deh kalau begitu, pikirku tenang. Namun disaat itu ibuku marah kepadaku ,

 “kamu tidak boleh mengacuhkan perasaan orang lain, nanti kamu bisa kena karmanya diacuhkan juga sama orang lain”.tutur ibuku

“ya udah,kalau dia ngacuhin kita, kita acuhin juga lah, susah amat”.jawabku enteng

“Kamu gak boleh bilang gitu, jangan meremehkan perasaan orang lain, jangan meremehkan cinta orang lain”. Tegas ibuku.

Semenjak berakhirnya hubunganku dengan kak Hendri, aku pun mulai dekat dengan beberapa teman pria, baik yang hanya temenan biasa, TTM (Teman Tapi Mesra), dan beberapa kali berganti pasangan. Aku pun mulai bermain-main dengan cinta, semakin sering memberi harapan-harapan palsu pada pria-pria yang mendekatiku. Aku benar-benar tidak pernah merasa mencintai seseorang dengan sungguh-sungguh. dan yang paling parah aku pernah ketahuan selingkuh, sampai-sampai aku di cap sebagai playgirl , tapi aku nyaman saat itu ,aku merasa bangga dengan gelarku sebagai seorang playgirl.

Aku sungguh ingin membuktikan pada ibuku, kalau aku tidak akan pernah mengalami seperti yang dia katakan. Namun lagi-lagi ibuku selalu berkata, kalau aku belum ketemu dengan seseorang yang bisa bikin aku mencintai dengan tulus, ibuku selalu bilang “Karma itu pasti berlaku nak, jangan bermain-main dengan cinta”. Lagi-lagi ngomongin karma, bosan dengernya. Dan aku pun masih gak habis pikir kenapa Ibuku selalu berkata demikian, dan juga kenapa ada orang yang mau sengsara karena cinta, capek deh. Toh nyatanya sampai sekarang aku tidak pernah mengalami namanya kecewa dalam cinta, atau bertengkar seperti pasangan kekasih yang aku lihat dulu.

 ***

Sudah dua tahun aku menjalani masa SMA ku , dan kini saatnya aku menduduki kelas 3 SMA. Masa-masa bergelut dengan yang namanya Les bimbel, pelajaran tambahan, baik disekolah maupun diluar sekolah. Ya karena sebentar lagi Ujian Akhir Sekolah akan segera tiba. Hari-hariku benar-benar penuh dengan belajar. Setelah UAS pun akan diikuti dengan tes perguruan tinggi. Saat ini aku sedang menjalin hubungan dengan Vino, dia seumur dengan ku hanya saja berbeda kelas. Aku tidak terlalu sering bertemu dengannya walaupun kami menjalin hubungan.

Hari ini hari terakhir pelaksanaan UAS, sekaligus hari pengisian formulir perguruan tinggi yang akan dituju, namun aku belum memiliki bayangan sama sekali  tentang perguruan tinggi mana yang akan aku tuju, dan jurusan apa yang akan aku ambil. Saat yang lain telah mantap memilih perguruan tinggi serta jurusan yang mereka minati dan telah selesai mengisi formulirnya, aku masih bergelut dengan formulirku yang masih kosong, aku merasa seperti sedang mengerjakan soal UAS matematika yang sangat sulit, yang rumusnya ribet bukan main, akhirnya saat detik-detik terakhir pengumpulan formulir, mataku terfokus pada perguruan tinggi Universitas Sriwijaya Palembang, dan jurusan Kedokteran Gigi. Dengan segera aku pun menuliskannya ke dalam formulir , dan mengumpulkannya.

Hari kelulusan pun tiba, kami berkumpul dilapangan untuk mendengarkan pengumuman yang akan disampaikan. Berbagai ekspresi menghiasi lapangan saat itu, ada yang beraut cemas sambil mulutnya terus berkomat-kamit, entah mantra atau do’a yang dilantunkannya. Dan ada yang tetap santai dan tenang menanti pengumuman , biasanya yang tenang itu dia siswa berprestasi di akademik , kalau enggak siswa yang berprestasi dihukum guru,bisa jadi.

Akhirnya kepala sekolah kami membacakan pengumumannya, yang pasti dapat intinya
“Seluruh Siswa Siswi SMA Tunas Bangsa Palembang dinyatakan lulus seratus persen tanpa terkecuali”.

Dan seketika, tangis, dan tawa , bahagia pun memenuhi lapangan .

Dan saat kelulusan pun aku memutuskan hubungan dengan Vino, dengan tanpa alasan yang jelas.

Dan entah keberuntungan yang bertubi atau memang sudah kehendak yang diatas, aku pun lulus di perguruan tinggi yang aku pilih. Selamat tinggal masa-masa SMA ku , dan selamat datang masa-masa Kuliahku , masa-masa menjadi anak kampus bukan anak sekolahan lagi.

Akhirnya hari pertama masuk kuliah, hari pertama menjadi MABA (Mahasiswa Baru) pun datang, dengan status ku yang kembali jomblo semenjak putus dengan Vino. belum terpikir olehku untuk menjalin hubungan lagi dengan seorang pria. Karena aku masih menikmati masa jomblo ku dengan banyak TTM pria, menurutku itu membuatku bebas untuk dekat dengan siapa saja, tanpa ada halangan pacar atau apalah.

Kampusku berjarak sangat jauh, untuk menuju kesana membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam, itu kalau perjalanan tidak macet, tapi kalau macet bisa sampai 3 jam dengan menggunakan bus khusus  mahasiswa dan bus khusus itu hanya ada di terminal yang jaraknya juga cukup jauh dari rumahku , oleh karena itu aku pergi dari rumah pagi – pagi sekali, karena kalau tidak, bisa kehabisan bus .

Ketika itu aku sedang menunggu bus menuju terminal, namun dari kejauhan aku seperti melihat bus khusus mahasiswa. Wah mungkin keberuntunganku bisa naek bus arah Kampusku langsung tanpa harus ke terminal terlebih dahulu ,pikirku. Aku langsung naik, dan ketika aku lihat ternyata tidak ada kusi kosong lagi, aku naik dari pintu belakang sekali dan disana yang duduk kebanyakan cowok. Mungkin sebaiknya aku turun saja. Tapi tiba-tiba ada seorang cowok berambut gondrong, penampilannya sedikit berantakan yang menyuruhku duduk ditempatnya, dia langsung berdiri dan memberikan tempat duduknya kepadaku.

“Ah, syukurlah” ucapku. akhirnya aku bisa duduk juga tanpa harus menunggu bus lagi.

Selama perjalanan, telingaku bising karena orang-orang yang duduk disampingku berisik sekali, ngobrol dengan suara yang ibarat radio volumenya udah rusak, ketawa – ketawa seenaknya, terlebih lagi cowok yang tadi memberiku tempat duduk itu merokok, huh kesalnya bukan main, aku paling benci sama cowok perokok.

“Ah sial”gumamku, sambil mengibas-ngibaskan tanganku keasap rokok yang berterbangan dimana-mana. Seketika dia mematikan rokoknya dan membuangnya. Ah mungkin dia mendengarnya, tapi bodo amat deh aku gak peduli, habisnya asapnya kan bikin aku gak bisa nafas.

Sesampainya digedung jurusan Kedokteran Gigi, yaitu jurusan yang aku ambil, aku pun turun.

“Huah, Akhirnyaa turun juga”ucapku sambil meregangkan tubuhku.

Dan ternyata cowok perokok tadi juga turun dijurusan yang sama denganku,dia itu ternyata kakak tingkatku, dan yang lebih mengagetkannya lagi ternyata cowok tadi adalah temannya Vino mantan ku di SMA dulu, ternyata dia kenal dengan aku pantas saja dia memberiku tempat duduk.

Saat itu aku sedang panik mencari tempat fotocopy, karena aku anak baru alias maba alias mahasiswa baru, sehingga aku tidak tahu dimana tempat fotocopynya. Ketika aku sedang kebingungan mondar mandir kesana  kemari, aku bertemu dengan cowok perokok yang waktu di bus itu, dia pun melihat kearah ku, dia menghampiriku.

“Lagi nyari apa dek?,”tanyanya.

“Nyari tempat fotocopy nih, tadi udah ke ekonomi sih, tapi masih tutup,kira-kira dimana lagi ya kak tempat fotocopyan?”tanyaku.

“Oh, ada sih di fakultas teknik”.jawab kak Obbi

“fakultas teknik itu dimana ya kak?”tanyaku lagi, maklum maba banyak tanya.

“hem, mau kakak kantar kesana?”dia pun langsung menawarkan diri untuk mengantarku ketempat fotocopy

Karena aku sedang terburu-buru,aku langsung terima saja tawarannya. Baik juga ni cowok, pikirku. Kami pun berjalan berdua menuju fakultas teknik yang lumayan jauh dari fakultasku. Sepanjang jalan kami pun mengobrol.

“Kakak ini siapa namanya?”tanyaku

“Robbi, panggil aja obbi”.jawab Obbi

“Ooh, oke deh ”.jawabku

Tak lama kemudian kami sampai ditempat fotocopy, karena banyak yang memfotocopy, aku pun harus bersabar mengantri. Selama mengantri aku berbincang-bincang dengan kak Obbi tentang kuliah dan mata pelajaran, lalu tiba – tiba dia meminta nomor handphone ku. yah karena aku gak enak dia udah nganterin ketempat fotocopy, terpaksa deh aku kasih. Semenjak hari  itu kami lama tidak berkomunikasi lagi. Walaupun bertemu kami juga jarang bertegur sapa.

Semester tiga, aku mengulang satu mata kuliah, karena di semester awal aku tidak lulus mata kuliah itu, menyebalkan sekali harus mengulang mata kuliah yang benar-benar tidak aku pahami. Dan tak disangka ternyata kak Obbi pun mengulang mata kuliah itu, dan kami sekelas. Saat itulah kami mulai berkomunikasi lagi. Malah semakin sering kami berkomunikasi, dia juga sering SMS aku, walaupun kadang SMS nya suka gak penting, suka gombal juga. Hingga akhirnya aku iseng mencari tahu tentang dia, dan aku sedikit terkejut karena ternyata dia sudah memiliki pacar. Disaat itu juga aku ilfeel banget sama tu cowok. Udah punya pacar , tapi masih suka ngegombalin cewek lain, SMS cewek lain, mana merokok lagi, pokoknya ilfeel pake banget, jangan sampe deh aku punya PACAR yang kayak gitu, ucapku dalam hati. Aku pun berhenti berhubungan lagi dengan kak Obbi.

Hari-hari melelahkan datang terus-menerus di semester empat ini, hari yang penuh dengan tugas -tugas yang sulit aku mengerti untuk membuatnya, aku frustasi rasanya menghadapi tugas-tugas ini. Aku pun bersantai sejenak , tiba-tiba Handphoneku berbunyi tanda ada SMS masuk.

Yang isinya :

“Assalammualaikum, teman-teman ini nomor aku yang baru, aku sekarang lagi Kerja Praktek di Bandung, jadi ganti nomor sementara soalnya nomor yang lama sinyalnya gak bagus

ttd Obbi”

“Hah? Kak Obbi??  Emangnya siapa yang minta nomornya?”ucapku geli.

Tapi karena aku sedang bersantai, aku pun membalas SMSnya, lumayan buat temen ngobrol, pikirku dalam hati. Dan mulai hari itu kami pun mulai berhubungan lagi, dan setelah aku cari tahu lagi ternyata dia baru putus dengan pacarnya.

Tiga bulan berlalu, kak Obbi pun selesai dengan Kerja Prakteknya dan kembali ke Palembang. Dan kak Obbi pun mengungkapkan perasaannya padaku. Aku sedikit terkejut sih ketika dia mengungkapkan perasaannya.Karena aku tau dia baru saja putus dengan pacarnya, jangan-jangan nanti aku hanya dijadiin pelarian doang. Apalagi aku tahu kalau dia itu playboy, suka main-main dengan cewek. Sebelum aku menerimanya, aku main-mainin dia dulu, aku kasih dia banyak persyaratan ini itu ke dia . Aku suruh dia cium sepatuku saat dikampus, aku suruh dia nungguin aku di halte bus pagi-pagi, padahal aku kuliah siang. Tapi dia tetap berusaha, dia tidak mundur sedikitpun.

Kencan pertama kami,kami nonton bioskop di Palembang Indah Mall (PIM),saat kami pulang ternyata hujan deras,dan dia hanya membawa satu baju jas hujan, sedangkan hari sudah mulai larut. Akhirnya dia menyuruhku untuk mengenakan jas hujan tersebut, sedangkan dia tidak memaki jas hujan. Ditengah hujan deras, aku yang terlindungi dari basahnya hujan, dia masih tetap bertanya  “adek gak kebasahan kan, aman kan ?”ujarnya.

Disaat itulah aku sadar kalau dia sungguh-sungguh mencintaiku, dia mementingkan aku dan tetap memperhatikanku disaat dirinya terguyur hujan yang deras, dia tidak memperdulikan dirinya sendiri, dia hanya memperdulikan aku.

Saat sesampainya dirumah, dia menahan lenganku, aku merasa gugup karena kalau dalam drama korea, momen seperti ini adalah momen ….

Huaa aku tak sanggup membayangkannya, aku pun menjadi salah tingkah, namun kak Obbi malah tertawa melihat tingkahku ,dan berkata “Kencan selanjutnya, kita nonton kembang api bareng yah saat malam tahun baru nanti, di BKB”.

Aku tak sanggup menahan malu ku, aku pun langsung melepaskan lenganku dan berlari kedalam rumah tanpa berkata apapun. Sejak saat itu aku mulai menyukainya.

Dan saat aku masuk kerumah, ternyata ada seseorang yang sedang menungguku, dia adalah Vino. Vino mantanku saat di SMA, dia terlihat berbeda sekali, sampai-sampai aku tidak mengenalinya, dia terlihat lebih dewasa dan tampan. Dia datang untuk memintaku kembali, entah sihir apa yang dia berikan sehingga aku pun hanya mengiyakannya. Aku menerima Vino kembali tanpa sepengetahuan kak Obbi. Aku mulai sering mengacuhkan kak Obbi, karena aku sedang terbuai akan manisnya cinta dari seorang Vino.

Namun semua tidak berjalan lama, sampai pada akhirnya kak Obbi menangkap basah aku sedang berkencan dengan Vino.Kak Obbi sangat tersakiti dengan hal itu, dia merasa aku hanya memberinya harapan kosong. Dia begitu marah kepadaku, kata-kata terakhir yang aku ingat darinya saat itu adalah

“aku benar-benar serius menyukaimu Kiran,aku sungguh-sungguh mencintaimu”.tutur Obbi

“tapi kenapa disaat aku benar-benar mencintai seseorang, tetapi seseorang itu malah hanya bermain-main dengan cinta yang telah aku perjuangkan”tuturnya lirih

Tetapi yang juga terbawa emosi mendengar ucapannya dengan egois aku berkata

“Suruh siapa kamu suka aku, kan gak ada yang maksa kamu buat cinta sama aku?”ucapku ketus

Aku melihat raut kekecewaan diwajah kak Obbi, dia tertunduk lesu mendengar ucapanku tadi. Tapi aku tetap mempertahankan keegoisanku.

“Oke ,jika pilihanmu adalah yang terbaik untukmu, aku akan mundur, mulai sekarang aku tidak akan muncul lagi dihadapanmu”. Ucapnya lirih , seraya beranjak pergi dari hadapanku.

Disaat itu juga hubunganku dengan Obbi berakhir,begitu juga hubungan ku dengan Vino. Tapi yang sangat kusesali adalah telah mengecewakan kak Obbi yang selama ini telah tulus mencintaiku dan malah berselingkuh dengan Vino. Setiap hari aku memikirkan kejadian itu, aku selalu terbayang-bayang wajah sedih kak Obbi saat itu, seandainya waktu bisa ku ulang kembali, aku pasti akan langsung memelukmu kak Obbi, aku akan meminta maaf padamu karena telah mengecewakanmu. Tapi sungguh terlambat penyesalan ini datang.

Malam tahun baru, ya malam ini adalah malam menjelang pergantian tahun . Aku pergi ke Benteng Kuto Besak bersama teman-temanku untuk melihat pertunjukkan kembang api.Saat disana aku malah selalu teringat dengan kak Obbi, saat pacaran dulu , kami pernah berjanji untuk melihat kembang api bersama, dan menghabiskan malam tahun baru bersama, Tuhan apakah salah jika aku berharap kak Obbi kembali padaku, aku tahu ini sulit terjadi, tapi seandainya saja Engkau memberiku waktu 5 menit saja untuk bertemu dengannya, aku hanya ingin meminta maaf padanya , dan izinkan aku untuk memeluknya sekali ini saja. Detik –detik menghitung mundur malam pergantian tahun

5 4 3 2 1 ….

Duarrr, duarr .. suara letusan kembang api membelah cakrawala.

Tepat disaat itu aku melihat kak Obbi dari kejauhan yang datang menghampiriku, dia pun semakin mendekat, aku seolah tak percaya , kini orang yang kuharapkan tiba-tiba berada didepanku. Dia langsung memelukku dengan erat, dan berkata “Syukurlah, akhirnya ketemu juga,aku bertemu dengan teman-temanmu, dan dia bilang kamu juga ikut kesini, untunglah aku bisa menemukanmu”. Ucapnya .

“Kiran aku sangat mencintaimu , aku tak bisa lagi jauh darimu Kiran, maafkan aku yang telah meninggalkanmu waktu itu.”ucapnya tegas.

Saat tersadar kalau ini benar-benar kenyataan, aku pun langsung balik memeluk erat tubuh kak Obbi, aku tak ingin melepaskannya lagi. Air mata pun mulai membasahi pipiku, aku tak sanggup lagi menahan perasaan ini.

“Maafin aku kak, aku yang salah, aku yang sudah dibutakan oleh keegoisanku, aku , aku ”. aku pun tak mampu untuk berkata- kata lagi, aku tak ingin melepaskan tubuh ini lagi aku terus memeluk erak tubuh kak Obbi.

“aku sadar sekarang, aku juga sangat mencintaimu kak, aku ingin kita memulainya dari awal lagi , aku ingin bersamamu lagi kak”.tuturku tersedu-sedu

“iya”ucap kak Obbi lirih.

Dibawah hiasan kembang api yang mewarnai langit BKB malam itu,

“Happy New Year Kiran”tutur Kak Obbi, dia pun mengecup bibirku dengan lembut. Kami pun menghabiskan malam tahun baru bersama, penuh cinta dan kasih sayang di BKB.

Benteng Kuto Besak,Yup, ditempat inilah aku menyadari makna cinta dan kehilangan. Aku sadar mengapa seseorang akan rela berkorban demi cinta sejatinya, rela menangis, dan sakit untuknya. Dan aku juga tersadar akan nasihat ibuku tentang KARMA , kini aku tidak akan lagi menyia-nyiakan cintaku. Aku mencintaimu Obbi. Terimakasih Tuhan , Engkau masih memberikan satu kesempatan lagi padaku, aku tidak akan melepaskan cintaku akan aku genggam erat cintaku.



-end-